Kolaborasi Lintas Generasi dan Negara: Sustainable Materials Community (SMC) Bersama Yayasan Langkah Berkelanjtan Indonesia (LBI) Tanam Mangrove di Pesisir Desa Purworejo Demak

Guna memitigasi dampak abrasi dan memperkuat ekosistem pesisir Jawa Tengah, Sustainable Materials Community (SMC) berkolaborasi dengan Yayasan Langkah Berkelanjutan Indonesia (YLBI) menggelar aksi lingkungan penanaman bibit mangrove. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong di kawasan Pesisir Desa Purworejo, Morodemak, Kabupaten Demak, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen akademisi nasional hingga internasional.

Aksi restorasi hijau yang berlangsung pada Sabtu (9/5) ini diikuti oleh 40 peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak pagi hari. Menariknya, agenda penanaman ini tidak hanya diikuti oleh para relawan lingkungan, tetapi juga didukung penuh oleh pemangku kebijakan akademik. Hadir di antaranya jajaran dosen, guru besar (profesor), serta mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Kehadiran civitas akademika ini mempertegas peran penting sinergi antara riset keilmuan dan implementasi pengabdian masyarakat secara nyata di lapangan.

Keberagaman aksi ini semakin kaya dengan keterlibatan mahasiswa internasional yang ikut terjun langsung ke lumpur pesisir untuk menanam mangrove. Partisipasi global ini membawa pesan kuat bahwa krisis iklim dan kerusakan pesisir adalah isu bersama yang memerlukan solusi kolaboratif melampaui batas-batas negara. Edukasi mengenai pentingnya mangrove sebagai pemecah ombak alami dan penyerap karbon (carbon sink) yang efektif turut mewarnai sela-sela kegiatan penanaman.

“Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kami dalam menjembatani kesadaran global dan aksi lokal. Kehadiran para guru besar dan mahasiswa internasional di Desa Purworejo hari ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap kelestarian pesisir Demak telah menjadi perhatian lintas sektoral. Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini dapat bertumbuh menjadi benteng pertahanan alami bagi ruang hidup warga Morodemak,” ujar perwakilan panitia penyelenggara dari SMC di lokasi kegiatan.

Desa Purworejo di Morodemak dipilih menjadi lokasi fokus aksi karena wilayah ini termasuk salah satu kawasan yang rentan terhadap ancaman erosi air laut dan penurunan permukaan tanah. Melalui penanaman komunal ini, SMC dan Yayasan Langkah Berkelanjutan Indonesia berkomitmen untuk terus memantau pertumbuhan bibit-bibit mangrove tersebut bersama masyarakat lokal, guna memastikan keberlanjutan dampak ekologis jangka panjang bagi kesejahteraan warga pesisir.