Semarang– Membran Reverse Osmosis (RO) banyak digunakan dalam operasi rekayasa kimia industri dan proses pengolahan limbah. Penggunaan membran RO dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada membran tersebut. Kerusakan pada membran mengakibatkan peningkatan konsumsi energi, dan biaya yang digunakan untuk pembersihan dalam pemeliharaan membran. Hal ini juga memengaruhi kesehatan membran dan dapat memperpendek masa pakai membran. Oleh sebab itu, inovasi kombinasi metode kimiawi dan fisik (induksi ultrasound) dalam pembersihan membran RO diperlukan dalam rangka memperpanjang masa hidup membran.
“Dengan dilakukannya modifikasi metode kimiawi dan induksi ultrasound, kami berharap dapat memperoleh efisiensi pembersihan yang lebih tinggi untuk mengurangi biaya produksi dan perawatan pada membran RO,” ujar Rafi seperti dikutip dari laman UNDIP, Senin (2/10/2023).
Terkait hal tersebut, lima mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), yaitu Rafi Hafizh Azizi, Mutiara Tabitha Kamal, Al Fath Ghoffaru, Yulia Khalna Ariqah, dan Putri Rizka Kamila bersama dosen pembimbing Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik, Departemen Teknik Kimia mengembangkan modifikasi metode induksi kimiawi ultrasound melalui pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta Kemendikbud Ristek dengan judul “Pembersihan Membran Reverse Osmosis dengan Metode Induksi Ultrasound dalam Upaya Memperpanjang Masa Pakai Membran”.
Dalam riset ini, Mutiara menjelaskan, “Berdasarkan hasil riset kami, kombinasi metode induksi ultrasound dapat memberikan nilai efisiensi yang terbaik dalam pemulihan fluks dengan penggunaan konsentrasi larutan klorin sebesar 3% dan 30 menit induksi ultrasound.”

Gambar Proses Karakterisasi Membran

Gambar Induksi Ultrasound