Upaya Mahasiswa UNDIP dalam Mengatasi Kandungan Minyak dari Limbah Cair Industri Kelapa Sawit dengan Teknologi Membran Ultrafiltrasi PVDF TiO2/GA

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}”][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”]Semarang – Kelapa sawit merupakan salah satu jenis komoditas perkebunan di Indonesia dengan produksi yang berlimpah. Kebutuhan pasar akan kelapa sawit dipenuhi oleh Indonesia hingga mencapai 56% (Hamidi dkk., 2022). Kelapa sawit dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat, salah satunya ialah minyak Crude Palm Oil (CPO) yang dapat digunakan dalam berbagai industri. Dalam pengolahan kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit akan menghasilkan limbah cair industri kelapa sawit dengan kandungan berbahaya seperti minyak. Teknologi membran merupakan salah satu metode yang menjanjikan untuk mengurangi kadar minyak dari limbah cair kelapa sawit karena hemat energi, mudah untuk dirawat, serta hasil filtrasi yang baik. Membran ultrafiltrasi Polyvinylidene Flouride (PVDF) merupakan jenis membran yang memiliki keunggulan dalam sifat mekaniknya yang baik, serta mampu menghilangkan emulsi tetesan minyak tanpa melalui proses demulsifikasi (Otitoju dkk., 2016). Masalah yang kerap muncul dalam membran ialah terjadinya fouling akibat menumpuknya kotoran pada membran. Karena hal tersebut, penambahan bahan aditif TiO2 pada membran berfungsi untuk meningkatkan sifat anti fouling dari membran (Yuliwati dkk., 2019). Kemudian penambahan bahan aditif gum arabic (GA) bertujuan untuk meningkatkan rejeksi minyak dari limbah cair kelapa sawit dengan menurunkan sifat hidrofobik membran (Aji dkk., 2020).

“Dengan dilakukannya modifikasi membran ultrafiltrasi polyvinylidene flouride (PVDF) dengan bahan aditif TiO2 dan Gum Arabic, kami berharap mendapatkan membran dengan kualitas yang baik untuk mengolah limbah cair kelapa sawit” ujar Praziztya seperti dikutip dari laman UNDIP, Senin (25/9/2023).

Terkait hal tersebut, lima mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) berinovasi mengembangkan membran ultrafiltrasi PVDF termodifikasi bahan aditif TiO2 dan Gum Arabic. Lima mahasiswa UNDIP tersebut ialah Praziztya Murtadha Muthahari, Gita Putri Prastiwi, Nurhidayat, Abram Hasiholan Marpaung, dan Alda Salsabilla dari Fakultas Teknik, Departemen Teknik Kimia. Adapun kelimanya mengembangkan modifikasi membran ultrafiltrasi PVDF melalui pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta Kemendikbud Ristek dengan judul “Fabrikasi dan Modifikasi Membran Ultrafiltrasi PVDF Ter-blending TiO2/GA untuk Pemisahan Minyak dalam Limbah Cair Industri Kelapa Sawit”.

Kami memanfaatkan penggunaan bahan aditif alami dalam proses fabrikasi dan modifikasi membran untuk mengatasi permasalahan kandungan minyak pada limbah cair kelapa sawit”, ujar Alda seperti dikutip dari laman UNDIP, Senin (25/9/2023).[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids=”6272,6271″ _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ global_colors_info=”{}” admin_label=”Galeri” sticky_enabled=”0″][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]