[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}”][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”]
Semarang – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) telah mengambil langkah terbaru dalam melawan polusi warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan membran ultrafiltrasi berbasis polimer PVDF-ZIF-8 dengan penambahan aditif gipsum sebagai komponen pengubah struktural dalam upaya pemisahan zat warna dari larutan air. PVDF (Polyvinylidene fluoride) dipilih sebagai dasar membran karena memiliki ketahanan kimia dan termal yang tinggi, sementara ZIF-8 (Zeolitic Imidazolate Framework-8) berperan sebagai komponen pembentuk pori-pori nanometrik dengan kemampuan adsorpsi yang kuat terhadap zat warna. Aditif gipsum ditambahkan untuk mengoptimalkan morfologi dan permeabilitas membran, serta memfasilitasi interaksi antara membran dengan zat warna yang akan dipisahkan.
Dalam penelitiannya, Alifia, salah satu anggota tim, menjelaskan, “Aditif gipsum mengoptimalkan struktur membran sehingga lebih efisien dalam menghilangkan zat-zat berwarna dari air limbah. Hasilnya adalah air yang lebih bersih dan lebih aman bagi lingkungan.”
Proses pembuatan membran ini melibatkan tahap pencampuran PVDF, ZIF-8, dan gipsum dalam suatu pelarut organik tertentu, diikuti oleh pembentukan membran melalui teknik pencetakan membran. Sifat fisikokimia membran akan dianalisis secara menyeluruh, termasuk morfologi permukaan, ukuran pori, serta kemampuan adsorpsi dan pemisahan zat warna dari larutan model. Penelitian ini diharapkan akan menghasilkan membran ultrafiltrasi yang efisien dan berkelanjutan dalam penghilangan zat warna dari air limbah industri, berpotensi mengurangi dampak negatif polusi warna pada ekosistem perairan dan masyarakat secara luas.
Produk yang dikembangkan oleh Tim dalam bentuk membran ultrafiltrasi PVDF/ZIF-8 menonjolkan sejumlah keunggulan. Memanfaatkan teknologi membran terkini, produk ini mampu memberikan efisiensi luar biasa dalam penghilangan zat pewarna organik, menjadi solusi yang sangat efektif untuk pengolahan air dan limbah industri. Kelebihan lainnya mencakup peningkatan kapasitas penyaringan yang memungkinkan aliran yang lebih cepat sambil tetap mempertahankan tingkat retensi yang tinggi, ketahanan terhadap kontaminan untuk umur pakai yang lebih panjang, serta pemanfaatan Aditif ZIF-8 dan Gipsum yang mengacu pada teknologi state of the art. Produk ini mewakili inovasi tingkat tinggi dan berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi pencemaran air, menjadikannya solusi yang relevan dan berdampak positif dalam pengolahan air dan limbah.
Tim PKM yang terdiri dari lima mahasiswa Teknik Kimia Universitas Dionegoro, yaitu Alifia Putri Salsabila, Faaizah Azmi Nazhiifah, Kanaya Lintang Salsabila, Devina Ammadhea, dan Michelle Shaumy Sahfa, telah menerima bimbingan dan dukungan penuh dari dosen pembimbing mereka, Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto S.T., M.M. Sumber pendanaan untuk proyek ini diperoleh dari Program Kreativitas Mahasiswa dalam ranah Riset Eksakta yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek. Proyek inovatif ini berjudul “Pembuatan Membran Tight-Ultrafiltrasi dengan Memadukan Aditif ZIF-8/Gipsum untuk Meningkatkan Penghilangan Zat Warna Organik”.[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” type=”4_4″][et_pb_gallery _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” gallery_ids=”6261,6260,6259″ hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]