Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro Kembangkan Membran Ultrafiltrasi PVDF Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}”][et_pb_row _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”]Limbah cair industri farmasi merupakan salah satu sumber pencemaran yang berbahaya karena bersifat toksik, asam, reaktif, flammable, dan korosif yang dapat merusak lingkungan. Bahaya lingkungan yang disebabkan oleh industri farmasi dapat berupa ekotoksik (pencemaran lingkungan), karsinogenik, persistent, dan bioaccumulative. Limbah cair dari industri farmasi perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan menganggu kesehatan masyarakat di sekitarnya. Beberapa industri farmasi di Indonesia telah menyiapkan teknoIogi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi limbah cair industri agar tidak mencemari lingkungan. Namun, pengolahan ini masih membutuhkan biaya yang tinggi, teknologi yang kompleks, dan penanganan komprehensif yang melibatkan banyak pihak.

Oleh karena itu, Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Eksakta Undip berinovasi membuat Membran Ultrafiltrasi berbasis Polyvinylidene fluoride (PVDF)  dengan penambahan Covalent Organic Framework (COF) dan nanopartikel logam Ag dan Cu untuk meningkatkan peforma separasi membran dalam mengolah limbah cair industri farmasi. Tim diketuai Michael Gotawa Sitorus dengan anggota Husna Latifatul Karimah, Muhammad Naufal Aditama, Diovan Fitra Pamuji, dan Tian Shilfa Sabrilla dibawah bimbingan Prof. Dr. rer. nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T.

Penelitian ini diharapkan mampu mengatasi kelemahan penelitian terdahulu karena COF memiliki kristalinitas tinggi, luas permukaan spesifik yang besar, ukuran pori yang dapat disesuaikan, stabilitas termokimia yang tinggi, dan bersifat hidrofilik sehingga meningkatkan kemampuan antifouling. Selain itu logam Ag dan Cu telah dipelajari secara luas karena sifat antibakterinya yang sangat baik dengan kemampuan membunuh bakteri yang efektif. Oleh karena itu, modifikasi senyawa membran PVDF dengan penambahan nanopartikel logam Ag dan Cu menjadi pengembanngan metode riset yang penting untuk mengolah limbah cair industri farmasi. Inovasi ini diharapkan dapat memacu industri untuk memanfaatkan teknologi membran secara baik dan bijak serta  membantu Indonesia dalam mewujudkan dua tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, yaitu “Clean Water and Sanitation’ dan “Life Below Water”.
[/et_pb_text][et_pb_gallery _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” gallery_ids=”6031,6030″ hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_section]