Minyak jelantah tidak ada nilai guna? Kata siapa? Apakah kalian tahu, ternyata minyak jelantah bisa kita olah menjadi bahan bakar pesawat lho! Mau tahu caranya? Yuk, disimak!
Berawal dari masalah ketersediaan minyak bumi di Indonesia yang semakin menipis, lima mahasiswa Universitas Diponegoro yakni Muhammad Naufal Aditama, Azka Dewi Salsabila, Nida Shohwatul Fitri, Akbar Putra Ajie, dan Prastatama Nanang memiliki inisiatif untuk membuat bioavtur yang bersifat terbarukan. Kelima mahasiswa jurusan Teknik Kimia Undip tersebut memanfaatkan minyak jelantah yang selama ini hanya dibuang padahal masih memiliki kandungan trigliserida yang dapat dimanfaatkan menjadi bioavtur melalui proses Single-step Deoxygenation-Cracking.
Nah tahukah kamu? Dalam proses pembuatan bioavtur ini juga dikembangkan katalis dari cangkang telur ayam, lho. Cangkang telur ayam yang selama ini hanya dibuang saja ternyata bisa diolah menjadi hidroksiapatit, yang mana bisa dijadikan katalis untuk proses proses Single-step Deoxygenation-Cracking menjadi bioavtur.
“Awalanya kita mencoba mencari bahan baku yang melimpah dan bisa dimanfaatkan untuk menjadi bioavtur, ternyata kami menemukan minyak jelantah yang dimana didalamnya masih mengandung trigliserida. Trigliserida ini kita olah menjadi bioavtur melalui reaksi single-step deoxygenation cracking menggunakan katalis yang juga ramah lingkungan, yaitu hidroksiapatit dari cangkang telur ayam” ujar Naufal selaku ketua Tim. Dibawah bimbingan Dr. Aprilina Purbasari, S.T., M.T., Penelitian ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa kategori Riset Eksakta (PKM RE) tahun 2023.
