[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}” custom_padding=”0px|||||”][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}” custom_padding=”23px|||||” custom_margin=”-68px|||||”]
Dalam budidaya udang, nitrogen amonia (amonia-N), yang terdiri dari amonia (NH3) dan amonium (NH4+), telah dianggap sebagai faktor pembatas utama dalam air yang menimbulkan peningkatan yang cepat dalam kematian udang dan dengan demikian menyebabkan kerugian ekonomi tidak langsung yang substansial bagi para pembudidaya. Dengan kemajuan urbanisasi, industrialisasi dan spesialisasi pertanian, konsentrasi amonia-N yang tinggi dalam limbah rumah tangga dan industri, serta limbah pertanian telah menyebabkan polusi nitrogen yang semakin akut di badan air.
Kualitas air di kolam budidaya udang yang tercemar oleh amonia dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan kesehatan udang. Sebagai solusi, teknologi membran ultrafiltrasi (UF) digunakan untuk memisahkan amonia dari air kolam budidaya. Namun, terdapat tantangan dalam aplikasi teknologi UF yaitu adanya fouling pada membran yang dapat mengurangi kinerja pemisahan.
Oleh karena itu, kami Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Eksakta Undip yang beranggotakan Josia Benardo Barimbing, Maria Delviona Naibaho, Vincentius Edward Susanto, Ringgy Etika Titi Jumarno, dan Dhea Wahyu Amanda Arifin berinovasi untuk memodifikasi membran UF untuk meningkatkan performa pemisahan dan mencegah fouling pada membran. Salah satu modifikasi yang dapat dilakukan adalah dengan melapisi membran dengan bahan-bahan yang dapat meningkatkan performa pemisahan dan mencegah fouling.
Gipsum diyakini memiliki potensi untuk digunakan dalam membran untuk meningkatkan kinerja penolakan amonia. Gipsum merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai lapisan pada membran UF karena memiliki sifat yang dapat mengikat ion-ion amonia. Meskipun gipsum memiliki potensi untuk digunakan dalam membran untuk meningkatkan kinerja penolakan amonia, kecenderungannya untuk terdegradasi dengan mudah pada permukaan membran adalah kelemahan utama. Oleh karena itu, perlu dilakukan treatment tambahan untuk dapat meningkatkan kestabilan membran. UV treatment dan crosslinking telah terbukti menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan stabilitas dan kinerja membran berbasis gipsum. Sehingga pada penelitian ini, kami memberikan sebuah novelty bahwa dengan mengkombinasikan physical dan chemical crosslinking dalam meningkatkan kestabilan membran UP010 terlapisi gipsum.[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids=”6170,6169″ _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]