Sejarah

Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro (JTKU) berdiri pada tahun 1965. Pada saat itu, Rektor Universitas Diponegoro dijabat oleh Prof. Sunaryo, SH. Berdirinya JTKU memperluas bidang ilmu yang sudah dimiliki oleh Fakultas Teknik-Universitas Diponegoro, yaitu Teknik Sipil dan Arsitektur. Pendirian JTKU tersebut merupakan wujud dari respon terhadap perkembangan industri terutama industri kimia yang pesat, baik di tingkat nasional maupun di wilayah Jawa Tengah.

Gagasan pendirian JTKU tersebut berasal dari Ir. Nisyamhhuri dan Ir. Basit Wachid yang kemudian menjadi pendiri JTKU. Gagasan tersebut sangat tepat, terbukti dengan tingginya respon dan minat lulusan SMA untuk melanjutkan pendidikan teknik kimianya di JTKU. Pada saat penerimaan mahasiswa baru dibuka untuk pertama kalinya, terdapat 340 peminat dari 27 kursi yang tersedia (rejection rate >90%). Sedangkan pada saat itu, tenaga pendidik yang ada meliputi 10 orang dosen tetap yang dibantu oleh 7 orang dosen luar biasa dari Universitas Gadjah Mada, dan 10 orang dosen luar biasa dari industri dan lembaga pemerintah. Tenaga-tenaga pendidik lain yang bertugas memberikan mata kuliah pendukung, berasal dari Fakultas Teknik dan fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Diponegoro.

Selama 45 tahun terakhir, JTKU telah mengalami dinamika yang positif untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, terutama dalam merespon perkembangan dunia pendidikan teknik kimia, kebutuhan industri/masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Pada tanggal 12 September 2008 Jurusan Teknik Kimia telah terakreditasi A melalui SK BAN-PT No. 029/BAN-PT/Ak-XI/S1/XI/2008. Sebagai respon terhadap visi Universitas Diponegoro menjadi universitas riset pada tahun 2020, program pasca sarjana pun telah didirikan, yaitu program Magister Teknik Kimia (S2) pada tahun 2005. Pada tahun 2012 ini, program Doktor Teknik Kimia (S3) direncanakan dibuka. Hingga saat ini, JTKU sudah menghasilkan lebih dari 3000 lulusan sarjana (S1) dan kurang lebih 30 lulusan pasca sarjana (S2) yang telah bekerja di industri, lembaga pemerintah, BUMN, swasta maupun asing, serta menjadi wirausahawan.

Tenaga pendidik di JTKU juga mengalami perkembangan positif, di mana dari 42 orang dosen tetap yang dimiliki, sebanyak 50% telah berkualifikasi akademik S3, dan 10% di antaranya telah bergelar profesor. Kerjasama riset, publikasi dan aplikasi teknologi juga telah banyak dilakukan baik dengan institusi dari dalam maupun luar negeri. System pendidikan di JTKU juga mengalami perkembangan yang pesat ditandai dengan diraihnya nilai terakreditasi A (dalam 15 tahun terakhir) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), dan dalam proses penilaian internasional oleh ASEAN University Network (AUN) Assessment Committee.