Headlines »

21/07/2017 – 14:17 |

Download International Class Application Form
 
INTERNATIONAL CLASS REGISTRATION
DEPARTMENT OF CHEMICAL ENGINEERING DIPONEGORO UNIVERSITY
3rd Semester Year of 2017/2018
 
 
PROGRAMME INFORMATION
Department of Chemical Engineering Diponegoro University (DChE) was awarded the highest rank (A) in four consecutive accreditations in 1998, …

Read the full story »
Berita Terbaru
Info Beasiswa
Info Seminar
Info Lowongan Kerja
Prestasi Teknik Kimia
Home » Berita Terbaru

Mahasiswa Teknik UNDIP adakan Pelatihan Pembuatan ROBIN

Submitted by on 01/06/2016 – 13:58

IMG_20160609_170831IMG_20160609_170831IMG_20160609_170831robin

Limbah kulit durian yang belum ada pemanfaatannya sekarang ini menjadi kan fokus utama keempat mahasiswa Fakultas Teknik UNDIP yang beranggotakan, Aribella Samudra Pamungkas (Teknik Kimia), Annindya Nur Amalia (Teknik Industri), Moriko Syahruddin (Teknik Perkapalan), dan Ardina Ayu Wulandari (D3 Teknik Kimia) melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) untuk memberikan pelatihan kepada warga RW 09 Gunungpati, Kabupaten Semarang tentang proses pembuatan ROBIN (Diponegoro Bio-Isektisida) dari limbah kulit durian agar limbah kulit durian dapat diolah dan memberikan nilai kebermanfaatan bagi warga RW 09 Gunungpati pada khususnya.

Gunungpati yang terkenal sebagai salah satu pemasok durian terbesar di kota Semarang ini menjadi sasaran yang sangat tepat oleh tim ROBIN untuk melakukan sosialisasi serta pelatihan pembuatan bio insektisida dari kulit durian. Terlebih di RW 09 Gunungpati tersebut terdapat 2 kelompok tani, yaitu kelompok tani basah dan kering yang seringkali menggunakan insektisida kimia untuk melindungi tanamannya dari hama. Tak khayal banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan tiap bulannya untuk setiap lahan yang dimiliki hanya untuk insektisida kimia agar tanamannya tidak diserang hama.

Program ini dimulai dengan tahap pre-treatment dimana anggota tim mempersiapkan, mensurvey serta mengkonsep pelatihan yang tepat bagi warga RW 09 Gunungpati, lalu melakukan sosialisasi serta menghimpun data dan pengetahuan warga mengenai pemanfaatan limbah kulit durian, selanjutnya diadakan pelatihan pembuatan ROBIN (Diponegoro Bio-Insektisida) dan dilanjutkan dengan monitoring program KUB kelompok tani yang telah dibentuk selama 2 minggu sekali dalam kurun waktu 1 bulan.

Harapannya dengan adanya inovasi baru mengenai pemanfaatan limbah kulit durian menjadi ROBIN (Diponegoro Bio-Insektisida) ini dapat menekan pengeluaran warga dalam pembelian insektisida kimia serta menggantikannya dengan bio-insektisida sehingga tanaman sayur dan buah menjadi lebih sehat, menambah pemasukan warga dengan menjadikannya lahan bisnis baru serta mengurangi limbah kulit durian yang ada.